Tips Memberi Pertanyaan Pada Audiens

Tips Memberi Pertanyaan Pada Audiens

Suatu hari, seorang pembicara mengawali materinya dengan suatu pertanyaan; “Bapak-ibu, apakah mimpi Anda?” Ia berharap audiens akan antusias dan menjawab, tapi setelah menunggu dan menunggu, semua hanya diam. Beberapa hanya tersenyum. Iapun melanjutkan ke materi agar suasana tidak semakin canggung.

 

Memberi pertanyaan adalah salah satu cara terbaik untuk memulai suatu tampilan sebagai seorang Public Speaking. Akan tetapi, tidak semua pertanyaan dapat diajukan apalagi ketika membuka suatu sesi. Pada artikel ini, kita akan melihat jenis pertanyaan seperti apa yang efektif dan membuat pembukaan tampilan Anda lebih menyengat bagi audiens.

 

1.       Pertanyaan Retoris

Secara singkat, pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang diajukan tanpa mengharapkan untuk dijawab. Mengapa? Karena semua orang pasti tahu jawabannya. Jawaban pertanyaan ini adalah konsensus umum dalam masyarakat. Pertanyaan ini berbeda dengan contoh cerita di atas, sebab audiens tidak perlu berpikir atau merenung panjang. Contoh pertanyaan retoris adalah demikian:

          Dapatkah kita berhasil tanpa berusaha?

          Siapa yang tidak terpesona oleh keindahan Bali?

          Sadarkah Anda betapa banyak hal yang telah Anda alami?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak memerlukan waktu lama untuk ditemukan jawabannya. Namun, ketika Anda menyampaikan pertanyaan ini dalam tampilan Anda, tetap berikan selang waktu yang singkat sebelum melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya. Hal ini bertujuan agar audiens tetap merasa dihargai untuk menemukan jawabannya.

 

2.       Pertanyaan yang Mengandung Kebenaran Umum

Pertanyaan retoris tidak mengharapkan suatu jawaban, namun bagaimana jika Anda memerlukan tanggapan dari audiens? Gunakanlah formulasi pertanyaan yang berisi persetujuan umum yang tidak mungkin tidak disetujui oleh audiens. Persetujuan umum berisi nilai-nilai kebaikan, seperti kesejahteraan, kesuksesan, keberhasilan, kesalehan, dan lain sebagainya. Untuk contoh, mari kita lihat cara lain untuk menyampaikan pertanyaan dalam kisah di atas.

Niat si pembicara sebenarnya baik, yaitu ingin agar audiens membagikan mimpi-mimpi mereka yang tentunya positif. Akan tetapi, pertanyaan tersebut sangat personal dan bisa jadi privasi. Apabila ingin agar audiens menanggapi, kita dapat berikan pertanyaan “Semua yang ada di sini pasti memimpikan hidup yang lebih baik, bukan?” Pertanyaan tersebut berisi persetujuan umum bahwa semua orang ingin hidup yang baik. Pertanyaan atau pernyataan lain yang bisa digunakan seperti:

          Kita semua pasti ingin sejahtera.

          Semua orang pasti ingin hidup damai.

          Siapa di sini yang ingin dipandang baik oleh atasan?

 

Itulah beberapa tips memberikan pertanyaan sebagai salah satu cara membuka tampilan Anda. Pertanyaan juga bisa menjadi metode agar isi tampilan Anda lebih beragam. Oleh karena itu, tips-tips tadi juga akan sangat membantu Anda. Tidak percaya? Cobalah!

Audience Management General Public Speaking